Kembali ke Blogger

Maaf, aku kembali ke Blogger.

Aku memutuskan untuk kembali menggunakan platform Blogger untuk blog pribadiku.

Beberapa minggu terakhir, aku migrasi dari Blogger ke WordPress self-hosted. Hosting di VPS Upcloud dengan lokasi server di Singapura. Sistemnya Ubuntu, tanpa menggunakan panel, hanya menggunakan stack NGINX MariaDB PHP-FPM, dan layanan Amplify dari NGINX untuk memonitor server.

Semua berjalan lancar, tidak ada masalah. Server running, uptime bagus, beban server rendah (karena pengunjung memang belum banyak), WordPress juga tidak menemui permasalahan apapun. Tema menggunakan buatanku sendiri, berbasis Underscore, aku buat ringan banget dan tanpa js tambahan selain bawaan WordPress.

Jadi, kenapa balik ke Blogger?


Ada beberapa hal.

Pertama, aku kurang cocok dengan editor WordPress yang baru, Gutenberg. Rasanya lag, apalagi kalau tulisan di pos sudah panjang dan ada banyak gambar. Kadang efek typewriternya menghilang, sampai terpaksa save, keluar dari editor (misalnya ke dasbor), kemudian mengedit lagi posnya. Agak ribet.

Kedua, aku tidak cocok dengan aplikasi WordPress di Android. Aku akui, fiturnya memang sangat lengkap, bahkan paling lengkap dibanding aplikasi sejenis lainnya. Editornya lebih kaya, bisa membuat heading, bisa membuat blockquote, bisa membuat list, dan lain-lain.

Sayangnya nih, aku menemui masalah yang cukup mengganggu. Pernah tidak sengaja menjadikan postingan menjadi draft lewat aplikasi mobile. Ketika aku publish lagi lewat web, komentar yang sudah terbit jadi menghilang. Solusi yang kulakukan adalah menjadikan pos ini draft lagi lewat web, lalu dipublish lagi lewat web juga.

Entah ini masalah di aplikasi atau WordPress-nya aku kurang tahu. 

Aku menggunakan WordPress self-hosted dan tidak memasang plugin Jetpack karena bloated, jadi di aplikasi mobile aku memilih menghubungkan situs self-hosted. Mungkin gara-gara ini juga aku nggak tahu. Mungkin kalau connect ke Jetpack dan WordPress.com bisa lancar kali ya..

Kembali ke Blogger


Akhirnya setelah mempertimbangkan dengan matang, aku mengembalikan blog pribadi ini ke Blogger lagi.

Blogger memang tidak open source, tidak bisa dimodifikasi backendnya, tidak bisa menambah fitur kustom yang dibutuhkan melalui plugin, banyak sekali keterbatasan yang dimiliki. Namun, untuk sekedar ngeblog pribadi, kupikir Blogger sudah sangat powerful.

Aplikasi Blogger Android juga sangat minimalis, namun jauh lebih ringan. Fitur editor postingannya memang tidak banyak, hanya bisa mengupload foto, mengubah teks menjadi bold italic underline, dan menambahkan link, tapi sudah sangat mencukupi untuk menulis curhat singkat seperti ini.

Enaknya pakai Blogger sih, sudah tidak perlu memikirkan performa dan keamanan server, tinggal menulis konten saja.

Untuk konten blog tetap sama. Blog ini tetap menjadi buku harian, diary, jurnal, berisi pengalaman pribadiku. Aku mungkin juga akan menulis sedikit tulisan teknis seperti panduan atau troubleshooting terkait minat dan pekerjaanku.

Permohonan maafku


Karena gonta-ganti blog, otomatis permalink di blog sebelumnya yang sudah terlanjur diindeks Google, halamannya tidak akan tersedia, alias error 404 not found. Jadi aku mohon maaf kalau kamu menemui banyak halaman yang tidak ditemukan.

Namun secara bertahap, sedikit demi sedikit, aku akan berusaha menulis ulang seluruh pos di blog lama. Insyaallah tulisan di blog lama akan tersedia lagi di sini, cuma dengan permalink baru karena format permalink antara WordPress dan Blogger berbeda.

Untuk pos dalam kategori diary atau pengalaman pribadi, aku tetap akan mempublikasikannya sesuai dengan tanggal kejadian.

Apakah mau migrasikan semua blog?


Enggak dong. Cuma blog pribadi saja. 

Kalau blog produksi tetap pakai Ghost, WordPress, atau platform open source lain karena masing-masing butuh kustomisasi khusus.

Berarti blog ini bukan termasuk blog produksi?


Bukan sih. Tujuan aku membuat blog pribadi ini adalah sebagai tempat sharing pengalaman dan curhat saja.

Itulah kenapa aku tidak akan memasang iklan di blog ini. Aku sengaja tidak memasang selain karena selain karena Google AdSense untuk akun ini sudah disabled, aku juga tidak suka dengan gangguan iklan. Aku benci dengan situs yang iklannya berlebihan seperti situs-situs berita.

Makanya kalau butuh membaca berita atau mengakses situs yang iklannya gila-gilaan, aku selalu menggunakan browser khusus yang sudah dipasang adblocker dan popup blocker ampuh.

Barangkali suatu hari nanti aku akan membuat blog ini menghasilkan, tapi melalui metode yang tidak mengganggu, misalnya menyisipkan soft selling produk, mengulas suatu produk, kontes blog, atau metode serupa lainnya, yang jelas bukan dengan cara memasang kode dan script iklan.

Demikian.

Tidak ada komentar: