Cara membuat SKCK baru di Polres Karanganyar

Jangan parkir depan pintu, mending parkir di hatiku.

Prosedur dan syarat-syarat membuat SKCK baru di Polres Karanganyar. Sekarang syaratnya lebih mudah dan lebih sederhana, sudah tidak membutuhkan surat pengantar kelurahan lagi.

Tentang SKCK


SKCK adalah singkatan dari Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Dulu namanya adalah SKKB yang merupakan singkatan dari Surat Keterangan Kelakuan Baik.

SKCK adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh POLRI sebagai bukti bahwa seseorang berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan atau terlibat dalam tindak kejahatan atau kriminal.

SKCK umumnya dibutuhkan untuk melamar pekerjaan. Baik instansi negeri, BUMN, maupun perusahaan swasta, menggunakan syarat SKCK pada proses penerimaan pegawai baru. SKCK juga kadang dibutuhkan untuk mendaftar sekolah dinas.

Kebetulan aku butuh SKCK baru karena yang lama sudah kadaluarsa. Aku ingin membuat SKCK baru di Polres Karanganyar.

Syarat-syarat membuat SKCK baru


Dulu untuk membuat SKCK, butuh surat pengantar dari kelurahan, diawali dari RT, RW, hingga bayan. Aku baca-baca di internet, kabarnya sekarang sudah tidak butuh itu. Tapi aku tanya ke teman yang kerja di kelurahan via WA, katanya masih butuh surat pengantar kelurahan.

Laah, mana yang benar? Malah bingung.

Akhirnya aku memutuskan untuk langsung mendatangi Polres Karanganyar. Ternyata, sekarang sudah tidak menggunakan syarat surat pengantar kelurahan.

Syarat-syarat yang diperlukan untuk membuat SKCK baru antara lain:

  1. fotokopi KTP,
  2. fotokopi KK,
  3. fotokopi Akta Kelahiran,
  4. pas foto latar belakang merah, ukuran 4×6 dua lembar, 3×4 satu lembar,
  5. kartu sidik jari,
  6. uang tunai 30 ribu rupiah untuk membayar biaya pembuatan SKCK.

Kebetulan aku sudah membawa semua persyaratannya, kecuali kartu sidik jari yang aku belum punya. Tapi tidak perlu panik, karena kartu sidik jari bisa didapatkan di Polres Karanganyar juga.

Tidak lupa untuk selalu membawa benda paling penting ketika mengunjungi layanan publik: bolpen! Berguna banget untuk mempercepat dan memperlancar urusan.

Langkah-langkah membuat SKCK baru


Karena belum punya kartu sidik jari, maka langkah pertama sebelum membuat SKCK adalah membuat kartu sidik jari. Kalau sudah punya kartu sidik jari dan ingin membuat SKCK baru, langsung skip ke langkah kedua.

Langkah pertama: membuat kartu sidik jari


Standar pelayanan penerbitan kartu sidik jari.

Syarat yang diperlukan untuk membuat kartu sidik jari adalah:

  1. pas foto latar belakang bebas, ukuran 3×4 dua lembar, tapi untuk memudahkan bisa pakai foto yang sama dengan SKCK.

Prosedur membuat kartu sidik jari:

  1. masuk ke ruang INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) di Polres Karanganyar, lokasinya tepat di sebelah selatan ruang SKCK,
  2. petugas mengecek dokumen persyaratan SKCK untuk validasi, antara lain: fotokopi KTP, fotokopi KK, dan fotokopi akta kelahiran,
  3. petugas meminta syarat membuat kartu sidik jari: dua lembar pas foto ukuran 3×4, satu untuk ditempel di arsip kepolisian, satu untuk ditempel di kartunya,
  4. petugas menyuruh mengisi identitas diri di kartu sidik jari, manfaatkan bolpen sendiri supaya cepat,
  5. kartu sidik jari sudah jadi.

Sebenarnya di prosedurnya ada langkah pengambilan sidik jari (prosedur nomor 6), tapi aku tidak diminta merekam sidik jari. Mungkin POLRI sudah mempunyai rekaman sidik jariku, misalnya saat membuat SIM. Aku tidak tahu kapan tepatnya.

Langkah kedua: membuat SKCK


Standar pelayanan SKCK.

Setelah kartu sidik jari jadi dan semua syarat SKCK sudah siap, saatnya mengajukan permohonan membuat SKCK. 

Prosedur membuat SKCK baru adalah sebagai berikut:

  1. masuk ke ruang SKCK,
  2. petugas meminta dokumen persyaratan SKCK, antara lain: fotokopi KK, fotokopi KK, fotokopi akta kelahiran, pas foto ukuran 4×6 dua lembar, ukuran 3×4 satu lembar, dan kartu sidik jari,
  3. petugas menanyakan keperluan membuat SKCK, apakah untuk melamar pekerjaan dalam negeri, mendaftar sekolah dinas, mendaftar kepala desa, atau bahkan mendaftar presiden, jawab yang jujur sesuai kebutuhan,
  4. petugas meminta biaya pembuatan SKCK sebesar 30 ribu rupiah,
  5. sembari menunggu SKCK dibuat, petugas menyuruh mengisi formulir biodata diri, gunakan bolpen sendiri supaya cepat, serahkan ke petugas kalau sudah selesai,
  6. petugas akan mencetak draft SKCK dalam kertas HVS ukuran folio dan menyuruh mengecek apakah data sudah benar atau belum,
  7. kalau data sudah benar, petugas akan mencetak SKCK asli menggunakan kertas karton tebal,
  8. SKCK sudah jadi.

Sampai di sini proses pembuatan SKCK sudah selesai. Tapi aku sekalian fotokopi dan legalisirnya, daripada besok bolak-balik ke kantor lagi.

Langkah ketiga: legalisir SKCK


Prosedurnya sebagai berikut:

  1. keluar dari Polres Karanganyar, cari tukang fotokopi terdekat, sepertinya di dalam kantor tidak ada koperasi (tapi aku tidak tahu pasti sih, soalnya tidak berkeliling, nanti malah dicurigai, hehe),
  2. fotokopi SKCK sebanyak lima lembar sesuai saran petugas,
  3. kembali ke kantor, masuk ke ruang SKCK,
  4. serahkan SKCK asli dan fotokopinya ke petugas untuk dilegalisir,
  5. SKCK dan legalisir sudah jadi.

Akhirnya selesai juga.

Kesimpulan


Membuat SKCK baru di kantor polisi sekarang syaratnya lebih sederhana, tidak lagi memerlukan surat pengantar dari kelurahan. 

Prosesnya juga mudah dan cepat. Aku masuk ke kantor Polres Karanganyar, membuat kartu sidik jari, membuat SKCK, hingga selesai fotokopi dan legalisir hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam saja.

Mungkin tergantung antrean juga, karena pada saat aku membuat SKCK, antrean hanya ada sekitar tujuh orang, itu pun prosesnya sama-sama cepat semuanya. Mungkin kalau pas ramai, bisa lebih lama.

Untuk biaya yang dibutuhkan hanya biaya pembuatan SKCK Rp 30.000,- dan fotokopi SKCK 5 lembar untuk legalisir Rp 1.250,-. Parkir di dalam Polres Karanganyar tidak membayar namun jelas aman.

Kwitansi pembayaran PNBP pembuatan SKCK.

Jadi, rekap syarat-syarat yang perlu dibawa ke Polres Karanganyar untuk membuat SKCK antara lain:

  1. fotokopi KTP,
  2. fotokopi KK,
  3. fotokopi Akta Kelahiran,
  4. pas foto latar belakang merah, ukuran 4×6 dua lembar, 3×4 tiga lembar kalau belum punya kartu sidik jari, satu lembar kalau sudah punya,
  5. kartu sidik jari,
  6. uang Rp 30.000,-,
  7. bolpen.

SKCK Online


Saat ini POLRI juga menyediakan layanan SKCK online. 

Bisa melakukan pendaftaran SKCK dari rumah melalui website SKCK Online, mengunggah scan syarat-syarat yang dibutuhkan, membayar biaya pembuatan SKCK melalui transfer bank (BRI kalau tidak salah), terakhir menuju ke kantor polisi untuk mengambil SKCK yang sudah jadi.

Kelebihannya, tidak perlu antre lagi. Tinggal mengambil saja.

Kekurangannya, tetap wajib membawa seluruh persyaratannya (fotokopi KTP, fotokopi KK, dll, plus kuitansi pembayaran bank) ke kantor polisi untuk validasi.

Aku memilih membuat langsung ke kantor polisi karena belum punya kartu sidik jari. Jadi belum bisa scan kartu sidik jari untuk diupload ke SKCK Online. 

Daripada bolak-balik, ke Polres Karanganyar membuat kartu sidik jari, pulang scan kartu sidik jari, upload syarat SKCK online, lalu balik ke Polres Karanganyar untuk mengambil SKCK. Lebih baik sekali jalan saja ke Polres Karanganyar, membuat kartu sidik jari sekalian membuat SKCK. Lagipula prosesnya cepat.

Tidak ada komentar: